BREAKING NEWS
latest

Headline

Headline/block-6

Politik

Politik/block-5

Daerah

Daerah/block-2

BERITA TERBARU

Rabu, 14 Februari 2024

Dapil 3, Partai PKS Mendapatkan 1 Kursi dalam Pemilihan Umum



Dihari pencoblosan pemilu 14 februari 2024 Di Kab.Wajo tahun ini sangat menegankan pasalnya para peserta demokrasi legislatif yang masuk memiliki power masing2.

Takluput dapil lll meliputi kec.belawa , gilireng dan maniangpajo mendapat persaingan sengit semua peserta terutama incamben.

Dalam hasil resmi Pemilihan Umum di Dapil 3 Kab.Wajo tgl 15 februari 2024 , Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berhasil memperoleh 1 kursi. 

Hal itu berdasarkan laporan saksi-saksi di TPS serta olah data C1 yang dilakukan secara internal oleh salah satu team incamben yang ikut berkompetisi di Kab.Wajo.


Hasil ini menegaskan kontribusi yang signifikan dari PKS dalam representasi politik di wilayah tersebut. 

Dengan kesuksesan ini, PKS siap untuk mewakili aspirasi dan kepentingan masyarakat dengan baik di tingkat legislatif.

 Ini juga menjadi tonggak penting dalam perjalanan politik partai dalam memperjuangkan agenda-agenda yang relevan dengan kebutuhan rakyat.

rilis : cd

Selasa, 30 Januari 2024

Andi Muliana Sam Reses di Desa Abbatireng, Warga Minta Paving Blok, Kanopi, dan Mesin Jahit



SUARARAKYATNEWS.WAJO -- Anggota DPRD Wajo Andi Muliana Sam menggelar reses di Desa Abbatireng, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, Selasa (30/1/2027). Reses ini merupakan bagian dari kunjungan kerja anggota DPRD Wajo ke daerah pemilihannya untuk menyerap dan menampung aspirasi masyarakat.
Dalam reses tersebut, Andi Muliana Sam didampingi oleh Kepala Desa Abbatireng dan beberapa tokoh masyarakat setempat. Hadir pula Kabag Umum DPRD Wajo, Andi Gusti Sam dan Kasubag Humas DPRD Wajo, Andi Enny Surahmat.Politisi PAN itu juga disambut dengan antusias oleh ratusan warga yang hadir.
Warga Desa Abbatireng menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan mereka kepada Andi Muliana Sam. Salah satunya adalah terkait infrastruktur pendidikan dan ekonomi di desa mereka.
"Kami minta bantuan untuk memperbaiki kondisi SD 217 Lamata terutama paving blok untuk halaman sekolah agar lebih rapi dan nyaman," ujar salah seorang warga.
Selain itu, warga juga meminta bantuan untuk pembangunan kanopi KB Mawar.Tak hanya itu, warga juga mengharapkan adanya bantuan berupa mesin jahit untuk kelompok wanita di desa mereka.
 "Mesin jahit ini bisa membantu kami untuk meningkatkan keterampilan dan pendapatan kami," ucap seorang ibu-ibu.
Menanggapi aspirasi warga, Andi Muliana Sam mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan kepercayaan mereka. Politisi asal Gilireng itu juga berjanji akan membawa aspirasi warga ke DPRD Wajo dan memperjuangkannya bersama anggota dewan lainnya.

"Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk mewujudkan aspirasi Anda. Saya juga akan mengawasi pelaksanaannya agar sesuai dengan harapan Anda," kata Andi Muliana Sam.(Humas DPRD Wajo)

DPRD Wajo Terima Aspirasi AMIWB, Siap Perjuangkan Pemerataan Jargas




SUARARAKYATNEWS.WAJO — Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB) kembali menyampaikan aspirasi mereka kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Wajo pada Selasa, 30 Januari 2024. Mereka diterima oleh Ketua Komisi II DPRD Wajo, Sudirman Meru, di ruang Komisi II.

AMIWB datang dengan tujuan untuk mendorong pemerataan jaringan gas rumah tangga (Jargas) di seluruh Kabupaten Wajo. Arianto Ardi, mantan Presiden AMIWB, mengungkapkan bahwa kunjungan mereka ke DPRD Wajo bertujuan untuk memastikan bahwa kekayaan alam Wajo berupa gas alam dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.

“Kami ingin jaringan gas bisa merata dan dinikmati semua masyarakat Bumi Lamaddukelleng. Oleh karena itu, kami mendorong agar Jargas ini dapat dinikmati di 14 kecamatan,” ujar Arianto.

Selain itu, Arianto juga meminta DPRD Wajo untuk mempertanyakan kontribusi dari PT Energi Mega Persada, yang telah melakukan kontrak kerja sama Blok Gas Sengkang di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

“Kami meminta DPRD Wajo untuk mempertanyakan kontribusi yang diberikan oleh PT Energi Mega Persada kepada masyarakat Wajo, seperti program CSR-nya. Jangan sampai mereka hanya mengeksploitasi sumber daya alam di Wajo tanpa memberikan kontribusi kepada masyarakat,” pintanya.

Sementara itu, Sudirman Meru, sebagai penerima aspirasi, mengucapkan terima kasih kepada AMIWB yang telah menyampaikan aspirasinya. Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan bahwa aspirasi ini akan menjadi dasar bagi DPRD Wajo untuk melakukan tindak lanjut.

“Sekarang sudah ada aspirasi secara formal. Maka tentu kami bisa melakukan tindak lanjut untuk memperjuangkan aspirasi dari masyarakat,” ungkap Sudirman.(Humas DPRD Wajo)

Sharing Retribusi Pajak Pelabuhan, Komisi III DPRD Wajo Sambangi Dinas Perhubungan Kolaka




SUARARAKYATNEWS.WAJO -- Komisi III DPRD Wajo melakukan kunjungan kerja ke Dinas Perhubungan Kolaka Utara, di Lasusua Provinsi Sulawesi Tenggara, Jumat (26/1/2023).

Rombongan anggota Komisi III DPRD Wajo yang melakukan komparasi dan koordinasi diantaranya, Elfrianto, H Mustafa, Arga Prasetya Ashar dan Andi Yusri, turut pula dari Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Wajo, H Muhamad Ilyas.

Pimpinan rombongan Komisi III DPRD Wajo, Elfrianto mengatakan, kunjungan ke Dinas Perhubungan Kolaka Utara, untuk mendapatkan refrensi baik dari aspek regulasi dan pelaksanaan terhadap penerimaan retribusi ke pelabuhan.

"Ini salah satu upaya kita untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) yang menjadi yang menjadi salah satu sumber PAD Kolaka Utara," ungkapnya.

Pasalnya lanjut dia, baru-baru ini DPRD Wajo menetapkan Perda baru perubahan tentang Pajak dan Retribusi dimana di dalamnya ada menyangkut retribusi pelabuhan pada tahun 2023.

"Ini yang ingin kita koordinasikan apakah di Kolaka Utara juga sudah melakukan perubahan terkait retribusi pelabuhan," terangnya.

Terlebih Pelabuhan Tobaku adalah akses transportasi penting di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Tujuan paling ramai dari pelabuhan ini adalah menuju ke Siwa di Kabupaten Wajo. (Humas DPRD Wajo)

Komisi II DPRD Wajo Belajar dari Pengalaman Pemkot Balikpapan Soal PI 10 Persen



SUARARAKYATNEWS.BALIKPAPAN- Rombongan Komisi II DPRD Wajo melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Jumat (26/1/2024). Kunjungan ini bertujuan untuk belajar dari pengalaman Pemkot Balikpapan dalam mengelola Participating Interest (PI) 10 persen dari Blok Kaltim Gas yang dioperasikan oleh PT Pertamina Hulu Kaltim (PHKT).

Rombongan Komisi II DPRD Wajo dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II H. Sudirman Meru, didampingi oleh Wakil Ketua H. Andi Witman Hamzah, dan Sekretaris Komisi II H. Suryadi Bohari. Hadir pula anggota Komisi II lainnya yakni Andi Bakti Werang, Sulfia, Andi Sarwan, Mursalim, H.Risaldi Odda dan A.Muliyadi serta Kabag Ekonomi Setda Wajo A.Ramlan. Rombongan diterima oleh Asisten I Pemkot Balikpapan Drs. Zulkifli, M.Si, Kepala Bagian Ekonomi Sri Hartini Anugraha, dan Direktur Utama Perumda Manuntung Sukses Balikpapan Andi Sangkuru.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Rombongan Sudirman Meru menjelaskan maksud dan tujuan kunjungannya, yaitu untuk mempelajari proses perjuangan, masalah-masalah, trik sukses, cost recovery, dasar pembagian saham, dan capaian yang dirasakan oleh Pemkot Balikpapan dalam mengelola PI 10 persen. Politisi PAN itu mengatakan bahwa Pemkab Wajo juga berkeinginan untuk mendapatkan PI 10 persen dari keberadaan gas di Kabupaten Wajo berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2016.
Sementara Wakil Ketua Komisi II Andi Witman Hamzah menanyakan berbagai hal terkait dengan pengelolaan PI 10 persen oleh Pemkot Balikpapan. Mantan Sekda Wajo ingin mengetahui bagaimana Pemkot Balikpapan dapat mendapatkan PI 10 persen, bagaimana proses pengalihan PI 10 persen kepada BUMD yang dimotori oleh PT MMP Kaltim, bagaimana mekanisme cost recovery dan pembagian saham, dan bagaimana dampak positif yang dirasakan oleh Pemkot Balikpapan dari PI 10 persen.
Sedang Asisten I Pemkot Balikpapan Zulkifli menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan Komisi II DPRD Wajo. Ia berharap kunjungan ini dapat memberikan manfaat bagi Pemkab Wajo dalam mengembangkan potensi sumber daya alamnya. 
Dia juga memuji semangat dan kepedulian Komisi II DPRD Wajo terhadap kesejahteraan masyarakatnya.
Setelah mendengar berbagai penjelasan, Komisi II DPRD Wajo menyampaikan banyak terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Pemkot Balikpapan atas segala informasi yang diberikan. Mereka mengatakan bahwa informasi tersebut bisa dijadikan referensi dalam upaya Pemkab Wajo memburu PI 10 persen atas keberadaan gas di Kabupaten Wajo. Mereka juga berharap dapat menjalin kerja sama yang baik dengan Pemkot Balikpapan dalam hal pengembangan sumber daya alam.(Humas DPRD Wajo)

Pemda dan DPRD Wajo Jajaki Kerja Sama Pangan dengan Pemkot Kota Balikpapan



SUARARAKYATNES.BALIKPAPAN - Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, tertarik untuk menjalin kerja sama dengan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dalam bidang pangan, khususnya beras dan cabai. Hal ini terungkap dalam kunjungan kerja Komisi 2 DPRD Kabupaten Wajo ke Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Balikpapan, Kamis (24/1/2024).

Rombongan Komisi 2 yang dipimpin oleh Ketua Komisi 2 H. Sudirman Meru diterima oleh Sekretaris Dinas Ir. S. Hidayatullah Nihe di ruang kerja Kepala Dinas yang sedang berada di tempat lain untuk rapat koordinasi. Turut mendampingi rombongan adalah Kabag Ekonomi Andi Ramlan dan Kabid Ketahanan Pangan Wajo Andi Tenri Angka.

Dalam rapat tersebut, Hidayatullah menjelaskan bahwa Kota Balikpapan memiliki kebutuhan pangan yang tinggi, namun produksi pertanian yang rendah. Menurutnya, hampir 90 persen kebutuhan pangan di Balikpapan didatangkan dari luar Kalimantan, seperti dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulsel dan Sulbar.

"Jumlah penduduk Kota Balikpapan per Juni 2023 sebanyak 733.000 jiwa dengan luas lahan pertanian hanya sekitar 97 hektar dengan kisaran produksi sekitar 300 ton. Jumlah kebutuhan beras sekitar 60 ribu ton. Jadi antara produksi dengan kebutuhan sangat jauh beda," ujar Hidayatullah.

Dia menambahkan, selain beras, Balikpapan juga membutuhkan tanaman hortikultura, terutama dari daerah dataran tinggi. Dia berharap, Kabupaten Wajo yang memiliki potensi pertanian yang surplus produksi gabah dan beras dapat menjadi mitra kerja sama dengan Balikpapan.

"Kami sangat terbuka untuk kerja sama antar daerah, terutama dengan Kabupaten Wajo yang memiliki produksi gabah hampir tembus 1 juta ton pada tahun 2023 ini. Kami berharap, kerja sama ini dapat terwujud secepatnya, baik melalui pemerintah, Perumda Manuntun Sukses Balikpapan, maupun pihak swasta," tutur Hidayatullah.

Sementara itu, Ketua Komisi 2 H. Sudirman Meru menyambut baik peluang kerja sama tersebut. Dia mengatakan, Kabupaten Wajo siap untuk memasok beras dan cabai ke Balikpapan dengan harga yang kompetitif dan kualitas yang terjamin.

"Kami sangat tertarik dengan peluang kerja sama ini, karena kami melihat Balikpapan sebagai kota beranda Ibu Kota Negara (IKN) yang akan berkembang pesat di masa depan. Kami akan mengkomunikasikan dengan pemerintah dan pengusaha beras Wajo untuk menangkap peluang ini dan mewujudkan kerja sama yang saling menguntungkan," kata Sudirman.

Dia berharap, kerja sama ini tidak hanya sebatas pangan, tetapi juga dapat meluas ke bidang lain, seperti pariwisata, pendidikan, dan kesehatan. Dia mengatakan, Kabupaten Wajo ingin menjadi daerah mitra IKN di masa depan.

"Kami ingin bersinergi dengan Balikpapan dalam membangun daerah dan bangsa. Kami ingin berbagi pengalaman dan belajar dari Balikpapan yang sudah lebih maju. Kami juga ingin menawarkan potensi wisata, budaya, dan kuliner Wajo yang kaya dan menarik," ucap Sudirman.

Rapat tersebut berlangsung dengan penuh keakraban dan kesepakatan. Rombongan Komisi 2 juga berkesempatan untuk melihat langsung kondisi pertanian dan pangan di Balikpapan. Mereka juga berencana untuk mengundang pihak Balikpapan untuk berkunjung ke Wajo dan melihat potensi daerah tersebut. (Humas DPRD Wajo)

Kamis, 25 Januari 2024

Bahas Finalisasi RDTR Pammana, Pimpinan DPRD Wajo dan Komisi III Kunjungi Kementerian ATR/BPN



Suararakyat.news---WAJO--- Pimpinan DPRD Wajo dan Komisi III DPRD Wajo berkunjung ke Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pada Kamis, 25 Januari 2024 . Kedatangan tersebut dalam rangka finalisasi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Pammana.



Dalam kunjungan tersebut, dihadiri Ketua DPRD Wajo Andi Alauddin Palaguna, Wakil Ketua I DPRD Wajo Firmansyah Perkesi, Wakil Ketua II Andi Senurdin Husaini, Kepala Dinas PUPRP Wajo Andi Pameneri beserta Ketua dan anggota Komisi III DPRD Wajo.




Ketua Komisi III DPRD Wajo, Taqwa Gaffar mengatakan, RDTR merupakan perencanaan kawasan yang lebih rinci dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). RDTR diperlukan untuk mempermudah perizinan serta perencanaan pembangunan.

"Saat ini perizinan sektor industri, perkebunan, maupun sektor investasi lainnya harus didukung dengan RDTR yang sesuai," kata Taqwa.

Bantuan Teknis Penyusunan RDTR Kecamatan Pammana merupakan bantuan melalui Anggaran Belanja Tambahan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (APBN-BA BUMN) tahun 2023 dari Kementerian ATR/BPN.
Dalam kunjungan tersebut, Pimpinan DPRD Wajo dan Komisi III bersama Dinas PUPR Wajo juga mengusulkan empat kecamatan lain di Kabupaten Wajo untuk mendapatkan bantuan teknis penyusunan RDTR, yaitu Kecamatan Tempe, Keera, Gilireng, dan Pitumpanua.

"Kami berharap usulan ini dapat disetujui oleh Kementerian ATR/BPN," kata Taqwa.(Humas DPRD Wajo)

Kamis, 30 November 2023

Kegiatan Kepala Sekolah yang Tidak Jelas, WAK desak Inspektorat untuk Audit Dana BOS di Lingkup Dinas Pendidikan



Suararakyat.news ---- Wajo --Dalam beberapa waktu terakhir, perhatian terhadap kegiatan kepala sekolah yang tidak terlacak semakin meningkat. Wak Hal ini mendorong kami untuk desak Inspektorat  mengambil langkah tegas dengan mengumumkan rencana audit menyeluruh terhadap Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di seluruh lingkup Dinas Pendidikan.

"Kami menyadari pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Dana BOS. maka dari itu kami sampaikan ke Inspektorat untuk melakukan audit mendalam untuk memastikan dana tersebut digunakan dengan tepat sesuai ketentuan yang berlaku," ungkap Ketua Wajo Anti Korupsi  dalam keterangannya.

Adanya kegiatan kepala sekolah yang tidak terdokumentasi dengan jelas menimbulkan kekhawatiran akan potensi penyalahgunaan dana pendidikan yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan siswa dan kemajuan pendidikan di sekolah.



Audit ini diharapkan dapat mengungkap dan menyelesaikan berbagai ketidakjelasan serta memastikan keberlanjutan pengelolaan dana yang tepat dan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di setiap sekolah.

DI konfirmasi sekertaris dinas pendidikan melalui pesan wa  , mengatakan akan sangat setuju jika inspektorat melakuksn audit secara rinci 

relis : cd

Kegiatan Kepala Sekolah yang Tidak Jelas, WAK desak Inspektorat untuk Audit Dana BOS di Lingkup Dinas Pendidikan



Suararakyat.news ---- Wajo --Dalam beberapa waktu terakhir, perhatian terhadap kegiatan kepala sekolah yang tidak terlacak semakin meningkat. Wak Hal ini mendorong kami untuk desak Inspektorat  mengambil langkah tegas dengan mengumumkan rencana audit menyeluruh terhadap Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di seluruh lingkup Dinas Pendidikan.

"Kami menyadari pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Dana BOS. maka dari itu kami sampaikan ke Inspektorat untuk melakukan audit mendalam untuk memastikan dana tersebut digunakan dengan tepat sesuai ketentuan yang berlaku," ungkap Ketua Wajo Anti Korupsi  dalam keterangannya.

Adanya kegiatan kepala sekolah yang tidak terdokumentasi dengan jelas menimbulkan kekhawatiran akan potensi penyalahgunaan dana pendidikan yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan siswa dan kemajuan pendidikan di sekolah.



Audit ini diharapkan dapat mengungkap dan menyelesaikan berbagai ketidakjelasan serta memastikan keberlanjutan pengelolaan dana yang tepat dan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di setiap sekolah.

DI konfirmasi sekertaris dinas pendidikan melalui pesan wa  , mengatakan akan sangat setuju jika inspektorat melakuksn audit secara rinci 

relis : cd

Minggu, 26 November 2023

Tampil Kompak di Fashion Show Hari Jadi ke-354 Sulsel, Amran Mahmud : Kita Harap Sutera Wajo Diminati



 Salah satu rangkaian acara yang digelar dalam rangka Hari Jadi Sulawesi Selatan ke-354 tahun 2023 ini adalah Fashion Show Forkopimda Sulsel, Bupati/Walikota, Kepala OPD Pemprov Sulsel, Kepala Instansi Vertikal, BUMN/BUMD masing-masing bersama pasangan.

Bupati Wajo, Amran Mahmud dan Ketua TP PKK Kabupaten Wajo, Sitti Maryam turut berpartisipasi pada kegiatan ini yang digelar di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Jum'at (20/19/2023) malam.

Pasangan Amran Mahmud-Sitti Maryam kompak tampil dengan mengenakan Pakaian Sutera berwarna hijau dengan corak khas kearifan lokal Wajo.

Bupati Wajo, Amran Mahmud yang dikonfirmasi usai mengikuti kegiatan ini, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin dan Pj Ketua TP PKK Sulsel, Sofha Marwah Bahtiar atas pelaksanaan rangkaian Hari Jadi ke-354 Sulsel ini.

"Ini menjadi momen yang tepat untuk memperkenalkan kain sutera yang merupakan kebanggan masyarakat Wajo. Selama ini kita terus berupaya mengembalikan kejayaan sutera ini," ucap Amran Mahmud.




Ketua DPD PAN Wajo ini mengurai makna dari motif pakaian sutera tenun asli Wajo yang dikenakan dan ditampilkannya malam ini bersama sang Istri.

"Warna Hijau menandakan Wajo sebagai salah satu penghasil padi terbesar di Sulsel sekaligus melambangkan kesuburan, kesejahteraan dan kemakmuran," ungkapnya.

Sementara corak Segi Empat, lanjutnya, melambangkan  empat unsur manusia yaitu unsur tanah melambangkan kesabaran, air melambangkan rendah hati, angin melambangkan kejujuran dan api melambangkan semangat.

"Segi empat ini juga melambangkan aksara lontara' Sa  yang bermakna Sadda ( Bunyi ) yang dapat melahirka Ada ( Kata ), lalu  melahirkan Gau' ( Perbuatan ) yang menentukan jati diri sebagai  Tau ( Manusia )" ucapnya.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Wajo ini berharap, melalui Fashion Show ini, Sutera Wajo semakin dikenal dan diminati baik di level nasional maupun internasional. 

"Kita bersyukur, dari beberapa peserta khususnya dari Instansi, BUMN/BUMD dan OPD Prov Sulsel menggunakan kain sutera Wajo dengan berbagai corak," ucap Amran Mahmud.

Selain sutera, Pendiri Pondok Tahfidz Imam Ahmad Desa Sogi ini berharap produk UMKM Wajo juga bisa diminati, apalagi di kawasan ini juga kita ada stand pameran produk UMKM Wajo.

"Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Pj Gubernur Sulsel dan jajaran Pemprov Sulsel atas pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan Hari Jadi Sulsel ini," tambahnya.

Sebelumnya, Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin mengapresiasi seluruh peserta yang berpartisipasi pada fashion show tersebut. "Keren, semua keren. Terima kasih banyak semua. Salama'ki," pungkasnya.(*)