-->

ads

Minggu, 05 Mei 2024

Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar "Musrenbang Provinsi Sulawesi Selatan

Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar "Musrenbang Provinsi Sulawesi Selatan
WAJO-MAKASSAR--Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar "Musrenbang Provinsi Sulawesi Selatan" Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025-2045 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2025 Provinsi Sulawesi Selatan menjadi topik utama dalam kegiatan Tahunan ini.

Turut hadir Forkopimda serta Bupati termasuk Pj. Bupati Wajo Andi Bataralifu dan wali kota se-Sulsel, stakeholder terkait, juga perwakilan Kementerian Dalam Negeri serta Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI.

Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, membuka kegiatan yang mengusung tema ‘Konsolidasi Transformasi Menuju Sulawesi Selatan yang Mandiri, Maju dan Berkelanjutan dalam Ekosistem Ekonomi Hijau dan Biru’ tersebut secara daring.

Bahtiar mengatakan, target indikator makro 2025 untuk pertumbuhan ekonomi 5,67-6,82 persen, tingkat kemiskinan 8,20 persen, tingkat pengangguran terbuka 4,03 persen, ratio gini 0,356 poin, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 74,49 poin dan PDRB Perkapita ADHB Rp74,55 juta.

“Momentum hari ini sangat penting, karena merupakan babak akhir penyusunan perencanaan pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan satu tahun,” kata Bahtiar.

Kegiatan ini diharapkan secara maksimal dan menjadi ruang diskusi yang konstruktif, menghasilkan ide dan solusi untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan di Provinsi Sulsel.

Sementara, Ketua DPRD Provinsi Sulsel, Andi Ina Kartika, menyampaikan, berbagai aspirasi masyarakat pada berbagai sektor yang tertuang dalam laporan reses 85 pimpinan dan anggota dewan. Secara keseluruhan usulan pokok-pokok pikiran DPRD ada 1.420 usulan termasuk didalamnya pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan disabilitas, terkait dengan upaya penurunan stunting, dan kemiskinan.

“Ini adalah usulan pokok-pokok pikiran DPRD Sulsel Tahun Anggaran 2025 dari DPRD Sulsel,” ungkapnya.

Sedangkan, Kepala Bappenas yang diwakili Inspektur Utama Bappenas, Trisakti Wahyuni, menyampaikan, ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian.

Pertama, bagaimana tantangan global dan nasional yang akan mempengaruhi rencana di 2025, kemudian RPJPM 2025-2045 dan Rancangan Teknoratik RPJMN 2025-2029 yang saat ini sedang dalam proses penyesuaian dengan visi dan misi presiden terpilih serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) serta pikiran Bappenas terkait pembangunan di Sulsel.

Adapun Sulsel sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Wilayah Timur Indonesia, Pemerintah Provinsi (Pemorov) Sulsel terus berusaha memperbaiki capaian kinerjanya yang tergambar pada tahun 2023, dimana ekonomi Sulsel tumbuh sebesar 4,51 persen. Dari jumlah tersebut, 63,40 persen PDRB berasal dari sektor pertanian, perdagangan, industri, dan konstruksi.

Inflasi di Sulsel saat ini masih
terjaga dan berhasil ditekan pada angka 2,75 persen, lebih baik dari capaian nasional sebesar 3,05 persen.

Selanjutnya, ketimpangan pendapatan/pengeluaran yang direfleksikan dengan angka gini ratio, untuk Sulsel sebesar 0,377 poin dan termasuk dalam ketimpangan ‘sedang’.

Untuk tingkat kemiskinan, capaian Sulsel sebesar 8,70 persen dan masih lebih baik dibandingkan dengan capaian nasional sebesar 9,36 persen dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 788.850 jiwa.

Di sektor ketenagakerjaan, jumlah penduduk yang bekerja di Sulsel tahun 2023 sebanyak 4,49 Juta orang, naik sebesar 137.330 orang dari tahun sebelumnya.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulsel pada 2023 juga menunjukkan hasil positif yang mencapai 76,40 poin atau berada pada level ‘tinggi’ meningkat 0,64 poin (0,87 persen) dibandingkan capaian tahun sebelumnya (73,96).

Selanjutnya, prevalensi stunting pada 2023 berdasarkan Data Survey Kesehatan Indonesia (SKI) mengalami sedikit kenaikan tadi tahun sebelumnya sebesar 0,02 persen, sehingga capaian prevalensi stunting Sulsel pada 2023 sebesar 27,4 persen.

Menyikapi isu strategis tersebut, maka untuk pembangunan Sulsel ke depan, kita harus melakukan transformasi, tidak cukup dengan reformasi.

“Harus mampu memanfaatkan forum ini agar di tahun 2025 kelak dapat menjadi tahun konsolidasi transformasi menuju Sulsel yang lebih mandiri dan maju melalui pemanfaat sumber.daya yang dimiliki, yang terhampar luas baik di daratan maupun lautan dengan tetap mengedepankan kelestarian alam,” .

Musrembang tahun ini dilaksanakan di Hotel Claro Makassar, pada hari, Selasa, 30 April 2024. *_(Humas Pemda)_*
Don't Miss

News Feed